Warung Ilmiah Lapangan (WIL)

WIL adalah arena pembelajaran agro-meteorologi “in situ” oleh petani di lahannya masing-masing. Pembelajaran WIL bersifat lintas- dan trans- disiplin karena melibatkan petani, petugas penyuluh pertanian serta ilmuwan dan mahasiswa dari bidang antropologi, agro-meteorologi, dan ilmu komputer/pengolah data. WIL menawarkan satu pendekatan penyuluhan pertanian baru untuk menghasilkan pengetahuan praktis bagi petani dalam menghadapi perubahan iklim.

WIL digagas pertama kali tahun 2008 oleh ahli agro-metereologi Cornelius J. Stigter (Wageningen University) dan antropolog Yunita T. Winarto (Universitas Indonesia). Sejak saat itu, WIL terus dikembangkan sebagai wujud perpaduan kegiatan riset dan pengabdian masyarakat. Pada tahun 2018, WIL mendapat dukungan penuh dari Universitas Indonesia sebagai salah satu bentuk inovasi dalam bidang Sosial Humaniora

Review Skripsi: Dinamika Variasi Pengetahuan Petani Klub Pengukur Curah Hujan Indramayu Dalam Mengantisipasi Kondisi Cuaca Pada Musim Rendheng 2013—2014

Pembelajaran petani pada Klub Pengukur Curah Hujan Indramayu (KPCHI) memungkinkan terjadinya variasi di antara para anggota. Latar belakang pengetahuan...

Review Skripsi “Belajar Agrometeorologi dengan atau Tanpa Pengambilan Keputusan: Kasus Pada Musim Rendeng 2013—2014”

Petani memiliki keragaman dalam pembelajarannya dalam Klub Pengukur Curah Hujan Indramayu (KPCHI). Dalam hal ini adalah pembelajaran mengenai agrometeorologi...

Review Skripsi “Mengantisipasi Risiko Perubahan Iklim: Dinamika dan Variasi Respons Anggota Klub Pengukur Curah Hujan Indramayu di tahun 2012—2013”

Pembelajaran agrometeorologi pada Warung Ilmiah Lapangan (WIL) bertujuan untuk mendorong petani agar tanggap terhadap perubahan iklim yang terjadi. Meski...

Review Skripsi “Menyebarluaskan Pembelajaran Agrometeorologi: Variasi Luaran dari Keagenan Petani Pengukur Curah Hujan Indramayu”

Pembelajaran agrometeorologi melalui program WIL di Indramayu telah dilaksanakan sejak tahun 2010. Pembelajaran ini menekankan pada pengaturan dan rekayasa...

Hasil Panen Musim Gaduh 2015 di Indramayu

Hasil Panen Musim Gaduh 2015 di Indramayu Musim gaduh 2015 mungkin adalah yang paling kering dari yang pernah dialami para petani, khususnya di Indramayu,...

Sejak tahun 2008, Warung Ilmiah Lapangan dirancang dan dikembangkan atas kerjasama serta dukungan dari berbagai pihak. Mereka adalah mitra kelompok tani di Kabupaten Indramayu, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Sumedang. Lembaga yang telah mendukung kegiatan ini antara lain adalah institusi pemerintah, LSM, serta lembaga donor luar negeri dalam kerangka kerjasama bilateral.

Delapan Jasa Layanan Iklim

1. Panduan Pengukuran Curah Hujan Harian

Pengukuran curah hujan dilakukan oleh seluruh petani anggota kelompok pengukur curah hujan (KPCH). Setiap anggota KPCH diberikan panduan berupa metode dan prosedur pengukuran curah hujan setiap hari di lahannya masing-masing. Dari hasil pengukuran tersebut petani mencatat data curah hujan harian yang menjadi landasan pengetahuan agro-meteorologi.

2. Panduan Pengamatan Agro-ekosistem Harian

Unsur yang diamati dalam pengamatan agro-ekosistem harian meliputi tanah, tanaman, biomasa, hama dan penyakit, serta kondisi iklim ekstrim yang mungkin memengaruhinya. Hasil pengamatan agro-ekosistem dan perkembangannya dicatat setiap hari untuk didiskusikan pada pertemuan evaluasi bulanan. Setiap petani memiliki dokumentasi data pencatatan dalam bentuk buku besar.

3. Analisis dan Evaluasi Hasil Panen

Layanan ini disertai dengan penjelasan perbedaan hasil panen antarpetani dalam satu musim, perbedaan dengan hasil panen tahun lalu pada musim yang sama, dan/atau perbedaan panen dengan musim sebelumnya. Diskusi mengacu pada pengamatan harian, perhitungan, dan catatan aplikasi input (pupuk, varietas, pestisida, jumlah tenaga kerja, penggunaan mesin dan teknologi) dengan memperhatikan ketersediaan, waktu aplikasi, dan jumlah asupan.

4. Pengorganisasian Warung Ilmiah Lapangan oleh Petani Secara Mandiri

Perubahan iklim menyebabkan ketidakpastian sehingga memerlukan beragam strategi antisipasi. Karena itu, petani harus dapat mengorganisasi Warung Ilmiah Lapangan secara mandiri. Hal ini telah diawali dengan berdirinya Perhimpunan Petani Tanggap Perubahan Iklim (P2TPI) di Kabupaten Indramayu sejak tahun 2019.

5. Perumusan dan Penyebarluasan “Skenario Iklim Musiman”

Setiap bulan tim WIL dari Universitas Indonesia mengirimkan rangkuman kondisi iklim dalam tiga bulan kedepan dalam bentuk “skenario iklim musiman” melalui layanan pesan singkat (sms) dan aplikasi pesan whats app di telepon genggam. Skenario tersebut dirumuskan oleh ilmuwan agro-metereologi untuk menjadi bahan diskusi petani ketika pertemuan bulanan WIL. Peranan ilmuwan agrometeorologi sangat besar dalam memberikan layanan ini. Masukan ilmiah dari ilmuwan mempertimbangkan aspek kegunaan skenario iklim musiman agar dapat dimanfaatkan langsung oleh petani dalam pengambilan keputusan.

6. Layanan Berbagi Pengetahuan Baru

WIL memfasilitasi pertukaran pengetahuan antarpetani, antara petani dengan ilmuwan dan/atau petugas penyuluh pertanian terkait beragam aspek agrometeorologi. Pertukaran pengetahuan dilakukan untuk mencari sumber-sumber pengetahuan dalam rangka memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan petani yang dikumpulkan sepanjang tahun.

7. Panduan Eksperimen "Sama Sama Menang"

Panduan eksperimen “sama-sama menang” diberikan untuk menjawab masalah-masalah yang ditemukan petani mengenai kesuburan tanah, pemilihan varietas, pengelolaan air, strategi pengendalian hama, dan lain-lain. Eksperimen tersebut dilakukan untuk mencari “solusi sama-sama menang” yang tidak hanya memperhatikan keuntungan ekonomi tetapi juga mendorong praktik-praktik pertanian yang tangguh, ramah lingkungan serta berkontribusi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca terutama gas methane (CH4).

8. Dokumentasi & Pengolahan Data Petani Secara Digital

Berkat dukungan dari Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia (DIIB-UI), Warung Ilmiah Lapangan sejak bulan Agustus 2018 mengembangkan layanan baru yaitu: Pengembangan platform dokumentasi dan pengolahan data agrometeorologi secara digital dan interaktif dengan pemanfaatan teknologi informasi. Kegiatan tersebut dirancang untuk menghasilkan produk Inovasi yang komprehensif dan termantapkan sebagai wujud komitmen Universitas Indonesia terhadap pelaksanaan edukasi jangka panjang bagi petani dalam menanggapi konsekuensi perubahan iklim. Pengembangan sistem dokumentasi dan pengolahan data digital juga dilakukan agar pengetahuan yang dihasilkan petani melalui pembelajaran WIL dapat dibagikan pada khalayak luas. Layanan ini terwujud dalam pengembangan webiste wil.ui.ac.id serta pengembangan aplikasi “omplong”.

Tutup Semua Jendela

Kisah Petani

Beragam kisah petani telah direkam, dicatat dan dituliskan kembali oleh petani, mahasiswa, dan peneliti sebagai dokumentasi untuk bahan pembelajaran dan refleksi di masa yang akan datang.

Publikasi Ilmiah

Kumpulan karya akademik mengenai Warung Ilmiah Lapangan telah ditulis dan diterbitkan dalam bentuk skripsi, tesis, disertasi, buku, jurnal ilmiah, serta karya akademik lainnya. Karya-karya tersebut disusun oleh dosen, mahasiswa dan peneliti yang terlibat dalam kegiatan WIL sejak tahun 2008.

Liputan Media

Media berperan penting dalam penyebarluasan pembelajaran, capaian-capaian, serta perkembangan Warung Ilmiah Lapangan. Beberapa liputan media mengenai WIL dapat dilihat pada bagian ini. 

Skenario Musiman

Salah satu layanan dalam Warung Ilmiah Lapangan adalah penyebaran informasi prakiraan iklim yang diperoleh setiap bulan dari prediksi model iklim global (global climate models predictions) yang diterbitkan oleh lembaga penelitian dunia seperti NOAA, IRI (Columbia University), BOM. Skenario musiman tersebut adalah rangkuman dari kemungkinan terjadinya hujan pada tiga bulan ke depan mengacu pada prediksi indikator ENSO berdasarkan pada pengamatan suhu permukaan laut dan perbedaan tekanan SOI. Skenario iklim musiman dikirmkan setiap tiga bulan dan diperbaharui setiap bulannya melalui pesan singkat (SMS) dan aplikasi whats app kepada seluruh petani pengukur curah hujan.

Periode Skenario Isi Informasi Iklim
February 2020 Skenario musiman dari Prof. Sue Walker per tgl 13/02/2020: Indikator dari ENSO (El Nino Southern Oscillation) tetap dalam fase Netral selama bulan Maret-April-Mei 2020 sebesar 60% dan hingga bulan Juni-Juli 2020 sebesar 50%. Berarti, kondisi iklim Normal diprakirakan akan berlangsung hingga bulan Juni-Juli 2020. Akan tetapi, kemampuan memprakirakan rendah//Dikirim oleh Yunita-UI.
Periode Skenario Isi Informasi Iklim
Periode Skenario Isi Informasi Iklim
January 2019 Skenario musiman dari Prof. Sue Walker per tgl 12/1/19@ El Nino lemah masih berlangsung. Dalam beberapa bulan mendatang akan terbentuk El Nino sekitar 70%. Suhu permukaan laut di daerah tropis Pasifik nampaknya tetap mendekati ambang batas El Nino hingga sekitar bulan April 2019. Berarti tetap terdapat kemungkinan berlangsungnya El Nino di tahun 2019//Dikirim oleh Yunita-UI.
March 2019 Saat ini kondisi iklim tetap netral. Terdapat kemungkinan 50-65% El Niño lemah berkembang selama bulan Februari—April 2019 dan menurun pada bulan April—Juni 2019. Namun, kemampuan memprakirakan saat ini rendah. Akan terjadi hujan lebih rendah di seluruh Indonesia antara tgl. 27 Februari—12 Maret 2019 (Data NCEP-USA)//Dikirim oleh Yunita-UI.
April 2019 Kemungkinan El Niño mencapai 80% selama bulan Maret—Mei 2019 dan menurun ke 60% pada bulan Juni—Agustus 2019. Diprakirakan kondisi di atmosfir dan lautan Samudera Pasifik di wilayah tropis saling mendukung, dan berkembang ke kondisi El Niño penuh (full El Niño). Akan tetapi, ketepatan memprakirakan saat ini lebih rendah daripada saat musim yang lain//Dikirim oleh Yunita-UI
May 2019 Kemungkinan perkembangan El Niño pada tahun 2019 mencapai sekitar 50% yang berarti masih dua kali kondisi Normal. Akan tetapi, nampaknya tidak akan ada lagi ancaman utama dari El Niño//Dikirim oleh Yunita-UI.
June 2019 Samudera Pasifik tropis dan atmosfir tetap mendekati ambang batas El Niño. Akan terjadi pergeseran secara perlahan menjauhi El Niño dalam beberapa bulan mendatang. Jadi ada kecenderungan menuju tahap Netral//Dikirim oleh Yunita-UI.
September 2019 Saat ini indikator ENSO (El-Niño Southern Oscillation) berada pada kondisi netral, sehingga curah hujan pada 3 bulan ke depan diharapkan berada dalam rentang Normal. Perlu diperhatikan bahwa pada kondisi seperti ini, keterampilan untuk memprakirakan adalah rendah//Dikirim oleh Yunita & Rhino-UI.
December 2019 Skenario musiman dari Prof. Sue Walker tgl 2/12/2019: Saat ini ENSO (El Nino Southern Oscillation) berada dalam kondisi Netral dan diprakirakan akan tetap Netral untuk musim yad. Akan tetapi, suhu permukaan laut naik secara tajam pada bulan yang lalu dan terdapat kemungkinan kondisi El Nino lemah meningkat drastis selama periode bulan Desember 2019-Januari-Februari 2020//Dikirim oleh Yunita-UI.
Periode Skenario Isi Informasi Iklim
Periode Skenario Isi Informasi Iklim
January 2018 Skenario musiman dari Prof. Sue Walker per tg 26/1/2018: Pada medio Januari 2018 berlangsung La Nina lemah hingga sedang (moderat) yang kini mencapai puncaknya. La Nina lemah diprakirakan terus berlangsung di bulan Februari-Maret-April diikuti oleh kondisi Netral bln Maret sd Mei hingga Juli sd September. Jadi mulai bulan Maret 2018 curah hujan akan mendekati Normal//dikirim oleh Yunita-UI.
March 2018 Skenario musiman per tgl 10/3/18 oleh Prof. Sue Walker: Saat ini La Nina melemah dan kondisi Netral kembali berlangsung pada bulan Maret-April-Mei 2018. Akan terjadi curah hujan yang lazim berlangsung dalam musim yang Normal//Dikirim oleh Rhino-UI.
May 2018 Skenario musiman dari Prof. Sue Walker per tg 30/5/18: Kondisi iklim saat ini NETRAL, tidak akan ada El-Nino atau La-Nina untuk beberapa bulan mendatang. Dalam kondisi Netral, kemampuan memprakirakan "rendah".//Dikirim oleh Yunita-UI.
July 2018 Skenario musiman oleh Prof. Sue Walker.per tgl 2/7/18: Kondisi iklim saat ini tetap Netral. Akan tetapi, kemungkinan terjadinya pembentukan El Nino di belahan bumi bagian selatan pada bulan Agustus-September-Oktober telah meningkat sampai 50% dan mencapai 60% pada bulan Oktober-November-Desember. Jadi diprakirakan bahwa kondisi El Nino akan berlangsung pada periode bulan November 2018 hingga April 2019//Dikirim oleh Yunita-UI.
August 2018 Skenario musiman oleh Prof. Sue Walker per tg 1/8/18; Saat ini kondisi iklim tetap netral, tidak El Nino dan tidak La Nina. Dalam beberapa bulan mendatang, suhu Samudera Pasifik di wilayah tropis akan menghangat. Kemungkinan 50% El Nino akan terbentuk akhir 2018. Ada yg memprakirakan ambang batas El Nino akan terjadi pada bulan Oktober, dan ada yg memprakirakan pada bulan Desember//Dikirim oleh Yunita-UI.
September 2018 Skenario musiman oleh Prof. Sue Walker per tgl 22/9/2018: Saat ini kondisi iklim masih netral, tetapi El Nino lemah akan terus berkembang. Suhu permukaan laut Samudera Pasifik akan menghangat mencapai kondisi El Nino pada akhir Sept. & Okt 2018. Kemungkinan 50-55% El Nino berkembang pada bln Sept-Okt-Nov 2018, dan kemungkinan meningkat sampai 65-70% selama bln Des. 2018 sampai Maret 2019//Dikirim oleh Yunita-UI.
November 2018 Skenario musiman oleh Prof. Sue Walker per tgl 12/11/18: Kemungkinan El Nino lemah masih akan berlangsung hingga akhir tahun 2018 dan awal tahun 2019. Diharapkan akan terjadi kondisi anomali menghangatnya wilayah katulistiwa Samudera Pasifik.//Dikirim oleh Yunita-UI.
December 2018 Skenario musiman dari Prof. Sue Walker per tgl 3/12/18: Kemungkinan terbentuknya El Nino di akhir tahun 2018 tetap mencapai sekitar 70-80%. Akan tetapi, suhu permukaan samudera belum sejalan dengan indikator atmosfir. Jadi, perlu disimak data satelit per tgl 4/12/18 untuk kondisi El Nino selanjutnya//Dikirim oleh Yunita-UI.
Periode Skenario Isi Informasi Iklim
wpDataTable with provided ID not found!
Periode Skenario Isi Informasi Iklim
September 2016 Skenario musiman pertanggal 11/9/2016 dari Prof Sue Walker: Musim hujan 2016/2017 diharapkan akan mulai secara normal pada akhir bulan Oktober dan awal bulan November 2106. Saat ini diprakirakan bahwa curah hujan akan berlangsung secara normal selama musim hujan. Perlu menunggu perkembangan setelah bulan Maret 2017 untuk mengetahui perubahan awal musim kemarau. Perlu diperhatikan bahwa kemampuan memprakirakan “fase netral atau normal” saat ini: rendah// Dikirim oleh Yunita-U
October 2016 Skenario musiman per tgl 23/10/16 dari Prof. Sue Walker: Musim hujan diharapkan memiliki awal musim hujan yang normal pada akhir Oktober dan awal November 2016. Saat ini, jumlah curah hujan selama musim hujan diharapakanberada pada rentang normal. Kita perlu menunggu perkembangan lebih lanjut setelah bulan Maret guna mengetahui perubahan di awal musim kemarau//Dikirim oleh Yunita-UI
December 2016 Skenario musiman per tgl 6/12/16 dari Prof. Sue Walker: Nampaknya kondisi ‘Netral atau La Nina lemah’  akan berlangsung untuk 5-6 bulan kedepan, sehingga diharapkan terjadi musim hujan dengan curah hujan mendekati Normal. Akan tetapi, perlu waspada bila dalam kondisi ini kemampuan dan ketrampilan memprediksi rendah//Dikirim oleh Yunita-UI
Periode Skenario Isi Informasi Iklim

Periode Skenario Isi Informasi Iklim
January 2015 Skenario musiman dari Pak Kees 09/01/15: Curah hujan berlangsung normal hingga ke bagian yang basah dari kondisi/jumlah curah hujan normal.
January 2015 Skenario musiman dari Pak Kees untuk Lombok 13/1/2015: Curah hujan tetap berada di bawah normal.//dikirim oleh Yunita UI
January 2015 Skenario musiman dari Pak Kees 15/1/15: Perkembangan terbaru menandakan/mengindikasikan bahwa curah hujan untuk Indramayu sekarang ini sedikit di bawah normal, tetapi untuk sisa musim hujan dapat mendekati normal. Akan tetapi, saat ini kemampuan memprediksi, juga untuk skenarionya dapat dikatakan dalam kondisi rendah.//Dikirim oleh Yunita UI
February 2015 Skenario musiman dari Pak Kees 6/2/2015: Bagi Indramayu tetap diharapkan bahwa curah hujan mendekati normal untuk sisa musim hujan ini. Saat ini tidak ada alasan yang menyebabkan situasi ini berbeda untuk awal musim kemarau dan selanjutnya//dikirim oleh Yunita-UI
February 2015 Skenario Musiman dari Pak Kees 6/2/2015: Untuk Lombok: peta curah hujan pada tanggal 15/1/2015 tetap berlaku dan tidak ada alasan untuk perubahan skenario musiman curah hujan di bawah normal. Skenario ini akan diperbaharui pada minggu ke-3 Februari (19/2). Saat ini tidak ada alasan untuk mengharapkan adanya perubahan prakiraan untuk Lombok hingga Minggu ke-3 Februari//Dikirim oleh Yunita UI
February 2015 Skenario musiman dari Pak Kees 20/2/2015: Untuk Indramayu masih sama dengan skenario awal bulan Februari 2015/Yakni curah hujan mendekati normal.//dikirim oleh Yunita-UI
February 2015 Skenario musiman dari Pak Kees 20/2/2015: untuk Lombok masih sama dengan skenario awal bulan Februari 2015 yakni curah hujan di bawah normal.//dikirim oleh Yunita-UI
March 2015 Skenario Musiman dari Pak Kees 06/03/2015: Curah hujan tetap mendekati normal untuk beberapa bulan ke depan, tetapi terdapat lebih banyak kemungkinan curah hujan berada di bagian yang lebih kering dari kondisi Normal. Kemampuan memprakirakan saat ini rendah.//dikirim oleh Yunita-UI
March 2015 Skenario musiman dari Pak Kees 20/03/2015: Tidak ada perubahan curah hujan antara Normal dan bagian yang lebih kering dari kondisi Normal. Diprakirakan bahwa akhir musim hujan akan berlangsung lebih awal dan terjadi permulaan musim hujan 2015/2016 yang kering.//dikirim oleh Yunita-UI
March 2015 Skenario Musiman dari Pak Kees 20/03/2015: Kondisi curah hujan di bawah normal sudah hilang. Sama dengan di Indramayu: tidak ada perubahan curah hujan antara Normal dan bagian yang lebih kering dari kondisi normal. Diprakirakan bahwa akhir musim hujan akan berlangsung lebih awal dan terjadi permulaan musim hujan 2015/2016 yang kering.//dikirim oleh Yunita-UI
April 2015 Skenario musiman dari Pak Kees 12/4/2015: Curah hujan diharapkan tetap berada di bagian bawah Normal dengan lebih besar kemungkinan untuk berakhir lebih cepat. Juga, musim kemarau diprakirakan akan betul-betul kering dan awal musim hujan 2015/2016 bisa terlambat dan lambat (jarang). Tetapi, skenario ini perlu dicocokkan lagi nanti dengan kemampuan prediksi yang lebih tinggi/terampil.//Dikirim oleh Yunita-UI
April 2015 Skenario Musiman dari Pak Kees 17/04/2015: Perlu diamati untuk situasi curah hujan di bawah normal pada akhir tahun. Hal ini akan dikonfirmasi dalam skenario yang akan datang. Namun, untuk Lombok perlu diperhatikan bahwa akan terjadi kelambatan awal musim hujan dengan curah hujan di bawah normal//dikirim oleh Yunita-UI.
May 2015 Skenario Musiman dari Pak Kees 21/05/2015: Sekarang kita sudah mencapai akhir musim hujan. Musim kemarau akan benar-benar kering dan saat ini kita menghadapi awal musim hujan 2015/2016 yang terlambat dengan curah hujan yang rendah. Keterampilan memprediksi masih tetap rendah.//dikirim oleh Yunita-UI
June 2015 Informasi mutakhir dari Pak Kees 22/6/2015: Peringatan dini atas kekeringan untuk musim hujan 2015/2016.//dikirim oleh Yunita-UI
July 2015
August 2015 Skenario musiman dari pak Kees 21/8/15: El-Nino kuat tetap berlanjut dengan kemungkinan sebesar lebih dari 85% berlangsung hingga Maret 2016 & 70% untuk periode hingga Mei 2016. Hal ini amat serius dan berarti bahwa prakiraan untuk kekeringan juga dapat terjadi selama itu.// dikirim oleh Yunita-UI
September 2015 Skenario musiman dari Pak Kees 19/9/15: El-Nino kuat sampai saat ini akan mencapai puncaknya, mungkin dalam kategori amat kuat, dalam periode November/Desember 2015/ Januari 2016, lalu setelah itu berkurang secara perlahan-lahan menuju ke bulan Maret/April/Mei 2016. Petani seyogianya berpikir tentang El-Nino terburuk yang pernah dialami /diingat seperti pada tahun 1997/98.//dikirim oleh Yunita-UI
September 2015 Skenario musiman dari Pak Kees 09/10/15: Tetap terdapat kemungkinan 95% El Nino kuat yang akan mulai melemah pada bulan Maret dan April 2016 // dikirim oleh Yunita-UI
November 2015
December 2015
Periode Skenario Isi Informasi Iklim

Periode Skenario Isi Informasi Iklim
January 2014
June 2014 Skenario Musiman dari Pak Kees 6/6/2014: Untuk 4 bulan ke depan (Juni, Juli, Agustus, dan September 2014) curah hujan akan semakin berkurang hingga ke suatu rejim dengan hujan yang terjadi aamt jarang (kadang kala saja). Awal musim hujan 2014/2015 diprakirakan akan sangat terlambat dan sangat tidak teratur.
August 2014 Skenario musiman dari Pak Kees 8/8/2014: Masih diprakirakan berlangsungnya awal musim hujan yang lambat (tidak cepat) dan terlambat. Masih terbuka kemungkinan terjadi “awal musim hujan tipuan” pada akhir bulan Oktober dan pada bulan November.
October 2014 Skenario musiman dari Pak Kees 10/10/2014: Awal musim hujan akan terlambat dan berlangung terlambat dengan berkurangnya kemungkinan terjadi “awal musim hujan tipuan” dibandingkan skenario sebelumnya yang menyatakan awal terjadinya El-Nino secaralebih cepat.
October 2014 Tambahan berita skenario musiman dari Pak Kees 17/10/2014: untuk bulan-bulan penting dalam musim hujan dari November sampai dengan Januari 2015 (termasuk Januari) jumlah curah hujan diprakirakan secara nyata berada di bawah normal hingga mendekati separuh dari jumlah curah hujan normal.
November 2014 Skenario musiman dari Pak Kees 07/11/2014: Situasi yang paling memungkinkan ialah curah hujan yang rendah di bulan November (yakni di bawah normal, bahkan dalam kondisi perubahan iklim) dan awal musim hujan yang lambat, kemungkinan baru mulai di bulan Desember.
December 2014 Skenario musiman dari Pak Kees 08/12/14: Curah hujan akan tetap berada pada bagian yang rendah dari rentang curah hujan normal atau bahkan di bawah normal untuk 3 bulan ke depan. Kecenderungan berlakunya skenario ini didukung oleh evaluasi curah hujan di awal bulan Desember oleh petani pengukur curah hujan Indramayu berdasarkan perbandingan data curah hujan bulan Oktober dan November tahun ini (2014) dengan bulan-bulan yang sama tahun lalu (2013) untuk sebagian besar wilayah, dengan wilayah sebagian selatan Indramayu yang saat ini menunjukkan kondisi berbeda yang tidak terduga sebelumnya.
Periode Skenario Isi Informasi Iklim
Periode Skenario Isi Informasi Iklim
January 2013 Prakiraan iklim dari Pak Kees 11/01/2013: Skenario musim  bagi jawa barat: berlangsung musim hujan-basah yang normal dan awal musim kemarau yang normal. Diharapkan bahwa musim kemarau juga berlangsung normal.
February 2013 Prakiraan iklim dari Pak Kees 08/02/13: Hingga bulan April 2013 diharapkan musim hujan tetap normal, tetapi dapat berkembang ke titik akhir dari kondisi normal yang lebih basah.
March 2013 Prakiraan iklim dari Pak Kees 08/03/2013: Musim hujan akan terus berlangsung normal, tetapi kemungkinan hujan pada bulan Maret/April berada pada bagian terendah dari kondisi hujan yang mendekati normal. Terdapat pula kemungkinan mulainya musim kemarau lebih awal.
April 2013 Prakiraan iklim dari Pak Kees 6/4/2013: Hingga bulan Agustus kondisi musim diprakirakan tetap normal, tetapi dapat juga mengarah ke kondisi normal yang paling basah pada saat ini dan saat akan mendekati akhir musim hujan. Prakiraan iklim menjadi semakin sulit.
May 2013 Prakiraan Iklim dari Pak Kees 11/05/2013: Untuk beberapa bulan ke depan, kondisi normal tetap akan berlangsung, dengan akhir musim hujan yang normal tetapi dengan curah hujan sedikit lebih meningkat. Musim kemarau berlangsung normal. Prakiraan iklim ini tidak mudah dilakukan.
June 2013
July 2013
August 2013
September 2013
October 2013 Prakiraan iklim dari Pak Kees 11/10/13: Musim hujan diharapkan mendekati normal seperti tahun-tahun terakhir tanpa anomali/kelainan (tanpa El Nino/La Nina).
November 2013 Skenario Musiman dari Pak Kees 08/11/13: Musim hujan diharapkan akan berlangsung secara normal setelah awal musim hujan yang diprakirakan akan mulai pada minggu kedua bulan November 2013
December 2013
Periode Skenario Isi Informasi Iklim

Pertanian & Perubahan Iklim

Beragam konsekuensi perubahan iklim bagi pertanian membuat petani tidak lagi dapat menggantungkan diri hanya pada pengetahuan tradisional dan pengetahuan empiris.

Warung Ilmiah Lapangan

Inovasi pembelajaran agrometeorologi untuk petani. Dirancang sebagai ruang dialog lintas- dan trans-disiplin antara antropolog, agrometeorolog dan petani.Your content goes here. Edit or remove this text inline or in the module Content settings. You can also style every aspect of this content in the module Design settings and even apply custom CSS to this text in the module Advanced settings.

Inovasi Metode Penyuluhan Pertanian

WIL menawarkan inovasi metode penyuluhan pertanian sebagai wujud komitmen pendidikan untuk mengembangkan kapasitas petani dalam menentukan strategi antisipasi menghadapi perubahan iklim.

Profil Petani

Your content goes here. Edit or remove this text inline or in the module Content settings. You can also style every aspect of this content in the module Design settings and even apply custom CSS to this text in the module Advanced settings.

Gallery

Video

Foto

Asosiasi Petani Pengukur Curah Hujan

Sejak tahun 2017, para petani pengukur curah hujan di Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Lombok  Timur memutuskan untuk mengubah bentuk organisasi yang semula klub dan kelompok kini menjadi Asosiasi -Asosiasi Pengukur Curah Hujan Kabupaten Indramayu dan Asosiasi Pengukur Curah Hujan Kabupaten Lombok Timur. Hal itu diikuti oleh para petani di Kabupaten Sumedang tahun 2018 saat program WIL dilaksanakan sehingga terbentuklah Asosiasi Pengukur Curah Kabupaten Sumedang.

[smartslider3 slider=3]

Mitra Kami

Berbagai lembaga telah mendukung program pengembangan dan penyebarluasan kegiatan Warung Ilmiah Lapangan sejak tahun 2008. Berawal dari Gunung Kidul, Program Warung Ilmiah Lapangan telah diaplikasikan di beberapa lokasi pertanian dan perkebunan seperti di Kabupaten Indramayu (sejak tahun 2009), Kabupaten Lombok Timur di Provinsi Nusa Tenggara Barat (sejak akhir tahun 2014), dan Kabupaten Sumedang (sejak bulan Agustus tahun 2018).

[smartslider3 slider=2]